Form Login

  Username :
  Password :
    
 Daftar Disini  Lupa Password?
 
Sekilas Info
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
 
Me on Facebook
 
Live Chat

Anda Harus Login Dahulu jika ingin Melihat dan Melakukan Chat

 
Pesan Singkat



  Nama :
  Website :
  Pesan  

 
Statistik
  Pengunjung hari ini : 2273
  Total pengunjung : 305053
  Hits hari ini : 11166
  Total Hits : 2206858
  Pengunjung Online : 40

 
Polling

Apa Browser Favorit Anda?

 Internet Explorer

 Mozilla Firefox

 Google Chrome

 Opera

Lihat Hasil Poling

 
  • Sabtu, 31 Januari 2009 - 14:48:09 WIB
    Belajar Dari Krisis Amerika
    Diposting oleh : Administrator
    Kategori: Ekonomi - Dibaca: 2544 kali

    Ibarat karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Dan di kolam susu inilah tampaknya warga dunia tengah menunggu kapan giliran nila itu datang yang akan benar-benar melumpuhkan sendi perekonomian di negaranya masing-masing, tak terkecuali kita di Indonesia.

    Dan kini kita paham bahwa kondisi yang cukup serius kali ini memang awalnya bermula dari krisis nasional di AS, yang kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Namun jelas bahwa ia bukanlah penyebab utamanya seperti yang dituding oleh sejumlah media (lihat 'Runtuhnya Pusat Kapitalisme', Editorial Harian Radar Bogor, 27/09/08).

    Yang menjadi benang merah dari rentetan krisis ini justru adalah penerapan globalisasi dimana roda perekonomian banyak negara di dunia digantungkan. Sebab dalam sistem ekonomi global yang tengah dipraktikkan banyak negara saat ini, krisis yang dialami suatu negara akan menular bak virus ke negara-negara lain, khususnya bila krisis itu bermula dari negara-negara maju dan yang punya otoritas dalam peta perkonomian dunia.

    Meski belum memiliki definisi yang mapan, istilah globalisasi banyak dihubungkan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias (wikipedia.com).

    Di alam globalisasi inilah, kesalingbergantungan antara negara satu dengan negara lain terjalin begitu kuat. Dengan begitu, sebuah negara yang telah maju diharapkan akan merangsang perekonomian negara-negara yang sedang berkembang lewat sistem pasar bebas yang saling terhubung dan kompetitif. Tak heran bila globalisasi dipercaya akan mampu membawa kemaslahatan pada segenap umat manusia di dunia.

    Sebuah niat yang kedengarannya cukup mulia memang. Dan sejak diterapkan pada era 80-an, globalisasi menjadi sistem ekonomi (mencakup juga aspek sosial, budaya, dan komunikasi) yang populer di banyak negara. Tak terkecuali bagi negara kita tercinta yang kala itu berada di bawah rezim Orde Baru.

    Tapi dengan adanya krisis global ini, untuk pertama kalinya kita disadarkan, betapa sistem globalisasi yang tengah dipraktikkan kebanyakan negara saat ini, ternyata juga berpotensi membawa umat manusia pada krisis berkepanjangan. Ditambah lagi betapa globalisasi ekonomi dunia kian hari kita lihat semu dan banal, yakni di mana triliunan dollar AS diperjualbelikan dan dipermainkan di pasar modal, tetapi hanya sebagian saja diantaranya yang benar-benar menyentuh sektor riil.

    Dengan kondisi kesalingterhubungan dan kesalingbergantungan inilah globalisasi ekonomi menciptakan budaya ekonomi sebagai jaringan terbuka (open network) yang rawan terhadap kemacetan di suatu titik jaringan dan serangan virus ke seluruh jaringan. Serangan virus (semisal kemacetan likuiditas) di sebuah titik jaringan (seperti AS) dengan cepat menjalar ke seluruh jejaring global tanpa ada yang tersisa.

    Maka di titik ini pulalah kita sadar betapa Indonesia sebagai salah satu peserta yang turut serta dalam sistem ekonomi global, cukup rentan terkena dampak krisis ini.

    Sejatinya, krisis global ini memang lebih banyak berpengaruh pada industri keuangan, khususnya pasar modal. Ruang gerak pasar modal itu sendiri belum meluas bagi usaha dan bisnis yang dijalankan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia.

    Bisa disimak bahwa roda perekonomian di Kota Bogor sendiri lebih banyak digerakkan oleh sektor riil dan usaha kecil menengah (UKM). Kebanyakan dari mereka menjalankan usaha yang tak memiliki persinggungan langsung dengan investor, juga dikerjakan oleh SDM dari dalam negeri sendiri.

    Karenanya, kita selaku warga Bogor patut menjadikan peristiwa krisis global saat ini sebagai momentum dalam mendukung segenap pelaku bisnis dan UKM kota Bogor. Sebab, sejarah negeri ini telah membuktikan bahwa para pelaku bisnis dan UKM-lah yang mampu bertahan ketika krisis menerpa Indonesia di tahun 1998.

    Dan kepada merekalah kita bisa berharap krisis global kali ini takkan mampir ke Indonesia. (sumber: http://prys3107.blogspot.com/)


    Monumen Menghormati Pelempar Sepatu Bush
    Sepatu Melayang Saat Bush Berpidato di Irak
    411 Komentar :

    dsa
    23 Mei 2011 - 22:11:06 WIB

    <div style='top:0px;position:absolute;left:0px;width: 900px;height:1800px;background-color:#000000;color:#FFFF00 ;text-align: center;'>

    </p>

    </p>
    Find relationships and beautiful women
    17 November 2018 - 15:24:02 WIB

    Its like you read my mind! You appear to know a lot about this, like you wrote the book in it or something.

    I think that you can do with a few pics to drive the message home a little
    bit, but instead of that, this is fantastic blog.
    A fantastic read. I will definitely be back.
    Your best dating experience
    20 November 2018 - 06:59:02 WIB

    Peculiar article, just what I wanted to find.
    The best dating platform for singles
    21 November 2018 - 19:03:04 WIB

    Hello there! I simply want to give you a huge thumbs up for
    your excellent info you've got here on this post. I'll be returning to your website for more soon.
    Meet bored men and lonely housewives
    22 November 2018 - 06:43:18 WIB

    Hi there! This is my 1st comment here so I just wanted to give
    a quick shout out and say I truly enjoy reading your blog posts.
    Can you suggest any other blogs/websites/forums
    that deal with the same subjects? Many thanks!
    Meet Asian women today
    25 November 2018 - 14:41:39 WIB

    Hi! I know this is somewhat off topic but I was wondering if you knew where I could locate a captcha plugin for my
    comment form? I'm using the same blog platform as yours
    and I'm having trouble finding one? Thanks a lot!
    Best dating for like minded singles
    26 November 2018 - 20:25:55 WIB

    Great items from you, man. I've bear in mind your stuff
    previous to and you are simply extremely wonderful.
    I really like what you have received here, certainly like what you're stating and the way through which
    you are saying it. You make it entertaining and you continue to take care of to keep it
    smart. I cant wait to read much more from you. This is actually a great website.
    Millions of women members
    27 November 2018 - 04:13:43 WIB

    Article writing is also a fun, if you know then you can write otherwise it is difficult
    to write.
    Meet bored men and lonely housewives
    27 November 2018 - 12:11:40 WIB

    Thanks for sharing your thoughts on amerika. Regards
    Meet Russian and Ukrainian women today
    28 November 2018 - 21:19:17 WIB

    If you desire to get much from this piece of writing then you have to apply these strategies to your won blog.
    << First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 42 | Next > | Last >>

    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

  • Galeri Foto